Beberapa waktu lalu dalam perjalanan ke Jakarta menggunakan Kereta, saya mengalami suatu hal menarik. Seperti biasa, perjalanan itu di awali dengan sedikit keterlambatan kereta(hmmm...sesuatu yang sudah lazim terjadi). Perjalanan kala itu serasa penuh dengan pelajaran yang berharga, at least itu yang saya rasakan.
well saya mulai saja cerita ini. Bukan hal yang aneh jika kita menemui kondisi kereta yang penuh sesak dengan penunpang walaupun itu dalam kelas bisnis yang notabene 20 tahun yang lalu masih merupakan kereta yang sangat nyaman sejauh saya ingat. Yach, ....semua sudah berubah seiring dengan waktu yang berlalu. Sekarang yang terlihat hanyalah jendela-jendela yang retak, toilet yang berbau khas, lalu lalang penjual makan, dan tentu saja bau karat yang khas sekali.
Perjalanan waktu itu saya mulai dengan hal yang biasa. Berangkat dari stasiun kecil di kota kelahiran saya, semuanya terasa normal saja. Suasana gerbong sudah sangat ramai dan penuh sesak dengan penumpang dan barang bawaan mereka. Seperti biasa, saya berlalu untuk mencari tempat duduk sesuai dengan karcis yang saya punya. Setelah beberapa saat mencari akhirnya saya menemukan tempat yang saya cari....hmmmm....ternyata tempat saya sudah diduduki oleh seorang wanita yang sedang menggedong anak bayi.....secara refleks saya berkata..."Maaf bu...itu tempat saya".....kemudian wanita itu berdiri dan berlalu begitu saja....
tidak terlalu lama berlalu setelah saya bertemu dengan wanita itu, iseng-iseng saya mengamati kereta yang penuh sesak itu...betapa terkejutnya saya, ternyata wanita dan bayinya itu duduk di lantai kereta itu....tanpa berpikir panjang lagi, sya menghampiri wanita tersebut dan berkata "Bu...duduk di kursi saya aja, nanti saya duduk dibawah saja."...... kalau pun saya harus duduk di lantai, bagi saya itu tidak menjadi masalah berarti....paling banter juga cuma tersa pegal di badan....
Yang menjadi ganjalan di hati saya saat itu bukan masalah saya duduk di lantai,....tetapi saat saya melihat di deretan kursi belakang ada seorang petugas PJKA yang sedang tidur terlelap di tempat duduk yang seharusnya biasa digunakan untuk dua orang....saat itu juga saya langsung mengumpat dalam hati.....bagaimana bisa orang itu tidur lelap sedangkan ada seorang wanita dan anaknya yang masih bayi memerlukan tempat duduk.....saya merasa jengkel sekali, bukankah mudah bagi petugas ini untuk berbagi tempat duduk yang memang seharusnya digunakan untuk dua orang.....
well....sepanjang perjalanan itu saya berpikir...kita sebagai manusia kadang dibutakan dengan segala kenyamanan yang kita dapat....mungkin lebih mudah untuk menutup mata dan terlelap daripada membaerikan kenyamanan bagi orang lain...bagi saya pribadi ketika saya memberikan tempat duduk itu, saya hanya berpikir betapa tidak nyamannya si bayi itu..walaupun saya memberikan tempat saya...perjalanan itu masih terlalu melelahkan bagi bayi itu.
yach, memang kita harus belajar untuk melihat segala sesuatunya bukan dlam sudut pandang kita sendiri.....dari situ saya belajar untuk menempatkan diri di posisi orang lain yang kadang terasa tidak nyaman......
well saya mulai saja cerita ini. Bukan hal yang aneh jika kita menemui kondisi kereta yang penuh sesak dengan penunpang walaupun itu dalam kelas bisnis yang notabene 20 tahun yang lalu masih merupakan kereta yang sangat nyaman sejauh saya ingat. Yach, ....semua sudah berubah seiring dengan waktu yang berlalu. Sekarang yang terlihat hanyalah jendela-jendela yang retak, toilet yang berbau khas, lalu lalang penjual makan, dan tentu saja bau karat yang khas sekali.
Perjalanan waktu itu saya mulai dengan hal yang biasa. Berangkat dari stasiun kecil di kota kelahiran saya, semuanya terasa normal saja. Suasana gerbong sudah sangat ramai dan penuh sesak dengan penumpang dan barang bawaan mereka. Seperti biasa, saya berlalu untuk mencari tempat duduk sesuai dengan karcis yang saya punya. Setelah beberapa saat mencari akhirnya saya menemukan tempat yang saya cari....hmmmm....ternyata tempat saya sudah diduduki oleh seorang wanita yang sedang menggedong anak bayi.....secara refleks saya berkata..."Maaf bu...itu tempat saya".....kemudian wanita itu berdiri dan berlalu begitu saja....
tidak terlalu lama berlalu setelah saya bertemu dengan wanita itu, iseng-iseng saya mengamati kereta yang penuh sesak itu...betapa terkejutnya saya, ternyata wanita dan bayinya itu duduk di lantai kereta itu....tanpa berpikir panjang lagi, sya menghampiri wanita tersebut dan berkata "Bu...duduk di kursi saya aja, nanti saya duduk dibawah saja."...... kalau pun saya harus duduk di lantai, bagi saya itu tidak menjadi masalah berarti....paling banter juga cuma tersa pegal di badan....
Yang menjadi ganjalan di hati saya saat itu bukan masalah saya duduk di lantai,....tetapi saat saya melihat di deretan kursi belakang ada seorang petugas PJKA yang sedang tidur terlelap di tempat duduk yang seharusnya biasa digunakan untuk dua orang....saat itu juga saya langsung mengumpat dalam hati.....bagaimana bisa orang itu tidur lelap sedangkan ada seorang wanita dan anaknya yang masih bayi memerlukan tempat duduk.....saya merasa jengkel sekali, bukankah mudah bagi petugas ini untuk berbagi tempat duduk yang memang seharusnya digunakan untuk dua orang.....
well....sepanjang perjalanan itu saya berpikir...kita sebagai manusia kadang dibutakan dengan segala kenyamanan yang kita dapat....mungkin lebih mudah untuk menutup mata dan terlelap daripada membaerikan kenyamanan bagi orang lain...bagi saya pribadi ketika saya memberikan tempat duduk itu, saya hanya berpikir betapa tidak nyamannya si bayi itu..walaupun saya memberikan tempat saya...perjalanan itu masih terlalu melelahkan bagi bayi itu.
yach, memang kita harus belajar untuk melihat segala sesuatunya bukan dlam sudut pandang kita sendiri.....dari situ saya belajar untuk menempatkan diri di posisi orang lain yang kadang terasa tidak nyaman......