Jumat, 24 September 2010

pagi hari bercerita

Rokok dan kehidupan

Beberapa waktu lalu saya berkendara di jalan ibu kota. Bukan hal yang aneh kalau kemacetan yang semrawut yang saya temui, tapi bukan itu yang mau saya sharingkan….
Kira jam 5 pagi, saya berangkat dari daerah ujung aspal(jaktim or bekasi yach?) menuju Kalideres. Jalanan sudah penuh dengan kendaraan berlalu lalang, yach itu kondisi ibu kota kita yang tercinta ini, dan saya pun ikut berjibaku di semrawutnya lalu lintas pagi itu.
Untuk beberapa saat, saya menikmati udara pagi yang masih dingin menusuk tulang(terutama emang lutut kanan saya yang sudah tidak normal lagi), saya begitu menikmati kesegaran itu. Tapi…tiba-tiba…saya terkejut…mata saya terasa sangat pedih, ingin segera menepi terasa tidak mungkin. Apalagi dengan kecepatan lumayan tinggi, bisa-bisa kendaraan di belakang saya kaget dan malah celaka jadinya. Saya memutuskan tetap melaju sambil menyalakan lampu sein(berusaha menepi)sambil berharap mata saya segera pulih kembali.
Selidik punya selidik, ternyata mata saya kemasukan abu rokok dari pengendara sepeda motor yang ada di depan saya. Hmmm…rasanya ingin memaki saat itu juga…dalam pikiran saya..kenapa sih ada orang bodoh yang mau aja ngrokok sambil mengendarai sepeda motor..
Mungkin anda pernah mengalami hal sama dengan apa yang saya alami di atas. Tidak bisa di pungkiri, kejadian seperti itu memang sangat menyebalkan. Berkaca dari kejadian tersebut, saya mulai berpikir. Bukankah kita ini manusia yang di beri kehendak bebas merdeka dalam hidup ini?....yach merokok memang hak setiap orang dan saya tidak menyangkal itu. Tapi apakah perokok yang ada di depan saya tadi pernah menyadari akibat yang dia timbulkan?...bisa saja saya mengalami kecelakaan….
Beberapa tahun yang lalu, saya juga seorang perokok. Tapi saya tidak pernah merokok (setidaknya berusaha) merokok pada saat saya mengendarai sepeda motor. Saya hanya merokok ketika saya berkumpul dengan komunitas sesama perokok. Beruntung bagi saya yang seorang social smoker, saya akhirnya bisa dengan mudah berhenti.
Kita memang punya hak asasi untuk merokok, tapi satu hal yang saya tekankan di sini…semua orang juga punya hak yang sama untuk menghirup udara segar dan menikmati perjalanan yang aman…well, saya memang tidak bisa memaksakan idealism saya, yang bisa saya lakukan hanya berharap bahwa para perokok bisa menghargai sedikit hak orang lain…anda boleh saja merokok tapi mohon lihat situasi dan kondisi….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar