Selasa, 25 Oktober 2011

Teman Baru

Beberapa waktu terakhir ini saya sering menghabiskan waktu saya dengan beberapa teman baru. Well, memang saya bukan lah orang yang dengan cepat akrab dengan sebuah kondisi. Tapi kali ini saya menikmati pertemanan baru yang saya punya. Beberapa memang pertemanan yang benar2 baru, beberapa merupakan teman lama yang sepertinya saya seperti menemukan hal baru dalam diri mereka.

Yach, saya seperti menemukan kembali masa-masa kuliah saya bersama mereka. Menikmati lagi masa-masa “gila” bersama teman-teman baru. Selama hampir tiga tahun ini saya seperti terlarut dalam kondisi pekerjaan dan kota “JUNK”KARTA tercinta ini. Saya seperti melupakan cara untuk bersenang-senang dan menikmati waktu yang terlewat dengan suka cita. Bersama teman-teman baru, saya kembali menemukan ritme kehidupan yang saya perlukan. Sedikit berbeda dengan pertemanan saya ketika masa kuliah. Pertemanan kali ini terasa ringan dan renyah(emang krupuk yach..hahaha), penuh tawa lepas dan sesekali hinaan manja(hinaan manja?...apaan sih?). Yach memang belum adil bila dibandingkan dengan pertemanan dengan teman2 kuliah yang sudah hampir 7 tahun lamanya, atau hubungan saya dengan sahabat2 saya sedari kecil. Tetapi pertemanan baru ini memberi warna dan nuansa baru bagi kehidupan saya di “JUNK”KARTA.

Beberapa dari “pertemanan” baru ini adalah teman kerja selama ini yang mungkin saya sendiri belum pernah mencoba mendekatkan diri secara personal. Ketika akhir-akhir ini saya mendapat sdikit “berkat” Tuhan, mereka memberi penyegaran bagi hati saya yang terasa sedikit kering. melalui candaan yang berlangsung tiap hari dan sharing hal-hal yang ringan memberi saya waktu untuk kembali menikmati sisi lain dari hidup saya.

Beberapa adalah anggota baru dari tempat saya bekerja. Seorang wanita muda(muda atau anak2 yach?…masih 22th susah dideskripsikan sebagai wanita) yang mukanya sedikit jutek(emang jutek kali). Anggota baru ini terkesan sungguh sangat jutek dan galak diawal pertemuan ketika first day of school. Tetapi ketika makin kenal…tetap aja dia punya lirikan maut yang bisa putusin tali BH(emang tatapan laser yach?)hahaha. Well, itu cuma sebagian kecil dari sisi lucunya aja. Sedikit menyegarkan ketika anggota baru ini ternyata punya sisi lain yang penuh warna. Music n hal2 lain yang berbau religious dan gak lupa ke”gila”an untuk menikmati dunia. Yach music, selera music saya dan anggota baru ini sedikit “hampir” sama(meskipun saya gak pernah sekalipun bisa main music). Sisi religious anggota baru ini kembali mengingatkan saya tentang sisi sekuler saya yang memang terasa sedikit menonjol(walopun ttp ke Gereja saya tetap ngaku sekuler). Sering kali si anggota baru mengirim broadcast bbm yg penuh kata2 berkat, terkadang pula status fbnya penuh kata berkat(ach yang bener aj……sering juga dia bikin kata2 aneh bin ajaib). Yaaaahhhhh setidaknya saya belajar beberapa hal positif dari kata2 “berkat”nya(at least ada yg berguna deh). Oke….saya udah bahas beberapa hal positif n lucu(setidaknya untuk saat ini…hahahahah). Daaaaannnnnnnnnnnn……ternyata pula si anggota baru punya tubuh yang “unik”…gimana tidak. Hampir tiap hari sakit perut, sakit kepala uda kayak jadwal makan aja. Belum lagi kram kaki n badan sakit…beuh…uda kayaknya gak bakalan hilang deh. Belum pula sariawan karena kawat giginya…hahahahah(kayaknya menderita banget jadi dia yach). Taaaaapppppiiiiiiiii dibalik semua hal yang saya jabarkan diatas, dia adalah seorang teman yang baik. Mau mendengarkan semua cerita dan keluhan saya ketika saya merasa tidak kuat lagi menghadapi kenyataan(apa deh…mulai gak jelas ne)., dan juga teman nongkrong yang asik(dasar emang seneng nongkrong sih), mau kapan aj di hubungi selalu siap sedia(ud kyk UGD aj).

Anggota berikutnya adalah seorang mahasiswa magang, well dilihat dari tampilan physic. Hmmmmmm orangnya kalem. Sedikit susah mendeskripsikan sosok ini, tapi paling tidak saya menulis secara objective yach. Oke…… dia merupakan teman ngobrol yang asik(asik?...enak diledekin kali). Hmmmm.. seorang pribadi yang rajin dan juga kuat(iya lah kuat…liat aja badannya subur gitu). Dilihat dari cara ngomong n berpikirnya sepertinya dia cukup matang bagi orang seusia dia(berapa sih umurnya?...21 yach…lupa…bodo amat deh). Terlepas dari matang atau tidak, setidaknya dia cukup diplomatis kalo menjawab sesuatu dan juga respect sama orang lain(Andyyyyyy…….dia Cuma respect lho…jgn dianggap lebih!!!..hahahah). Terkadang pula dia seperti takut menghadapi masa depan yang belum tentu terjadi(kalo yang ini opini saya). Taappppiiiiiii, dia orang yang lumayan wel-organized lho(ya iyalah dibanding saya yang berantakan sana sini). Aduhhhh…apalagi yach…bingung mau apalagi yang mau diceritain. Oiya…sekarang ini dia sedang berusaha merangkum semua wise word di tempat saya bekerja dan kemudian mempostingnya di FB….tapi sayang akhirnya comment yang ada gk pernah ada hubungannya dengan statusnya…hahahah(kali ne saya yg sedikit jail). Yaaaahhhhhh tapi sayang, Dia gak begitu lama magang ditempat saya bekerja, tapi setidaknya cukup menyenangkan berteman dengan anggota magang ini. Yeah memang begitu adanya.

Itu beberapa hal yang saya dapat dari pertemanan baru saya kali ini. Banyak hal baru, positif dan menyegarkan kehidupan saya yang serasa uda sedikit kabur dan kering(cieee kyak musim kemarau aja). Sedikit berharap, kalo pertemanan ini tetap member hal positif bagi semua orang yang menikmatinya. Well, akhirnya Cuma mau minta maap kalo tulisannya sedikit ngaco…hehehe tapi at least saya mencoba jujur mendeskripsikan semua yang saya nikmati dalam pertemanan baru ini…yeah…GBU my friends

Senin, 17 Oktober 2011

Berteman dengan Hujan

Hujan di suatu sore, memberi saya kesempatan untuk merangkai beberapa kata dalam otak saya. Hujan kali ini pun terasa lebih basah dibanding dengan semua hujan yang sudah saya alami. Mungkin bukan hujannya yang membuat suasana ini menjadi lebih basah, tapi suasana hati saya yang membuat keadaan jauh menjadi lebih basah.

Well, saat ini saya sedang berusaha menata lagi kehidupan yang sepertinya ada bagian yang hilang dari kehidupan saya sendiri. Menata hati yang terluka seperti menata kepingan puzzle yang setiap kepingnya tercerai berai entah kemana. Bukan tentang meratapi setiap kepingan, tetapi sejauh mana diri saya di uji untuk mengumpulkan setiap kepingan itu. kemampuan untuk menikmati setiap kepingan kehidupan dan mencoba meletakannya dalam kotak kehidupan. Itu yang sedang saya lakukan saat ini. Berusaha menikmati setiap bagian hidup saya baik itu susah, senang, tawa, air mata, candaan dan pertemanan sekalipun.

Dari setiap bagian yang saya sebut diatas: susah, senang, tawa, air mata, candaan dan pertemanan. Semua itu memberi warna penguatan dalam hati saya saat ini. Berdiam dan berdamai dengan hati saat ini mungkin adakah jalan yang terbaik. Sejauh mana saya berjalan, sepertinya itu sudah tidak penting lagi. Menjadikan segala perubahan ini berarti dalam hidup terasa lebih penting. Saat ini bagi saya terasa sangat sulit untuk melewati satu fase kedewasaan ini, tapi mampu atau pun tidak..life must go on. Berdiam dalam kesendirian, saya merasa ada hal yang baru yang perlu saya nikmati. Menikmati setiap kepingan yang saya pungut untuk melengkapi puzzle saya dan bukan meratapi setiap kepingan yang saya coba kumpulkan. Yach..kata-kata klise yang sering saya ucapkan sepertinya sekarang terasa lebih kuat…enjoy your life and just let it flow. What a damn silly sentence. Tapi itu sekarang menguatkan diri saya untuk tetap menatap hari saya. Yaaach. Just let it flow…menikmati setiap moment kehidupan tanpa menghakimi satu pun membuat hidup ini jauh berwarna daripada tetap terdiam dalam keterpurukan.

Hujan sore itu memberi keteduhan yang luar biasa dalam satu fase kehidupan saya. Mungkin setiap manusia memerlukan satu moment yang biasa ataupun luar biasa untuk menyadari sesuatu atau pun menemukan bagian terbaik dari hidup anda sendiri….

Well bagaimana dengan anda semua?...pastinya setiap proses kehidupan yang terjadi tidak selalu mudah untuk dilewati…yang menjadi penting bagaimana anda mengakhirinya?...tetap terjebak dalam proses anda atau mengakhirinya dengan cara yang dewasa…….Think and Choose it….GBU all.

Jumat, 14 Oktober 2011

Berdamai dengan Hati

Belum lama ini disuatu sore yang lengang, saya duduk di depan kamar kost sembari mendengarkan playlist mp3 diHp saya. Sedikit rasa lelah tersisa setelah seharian berjibaku dengan penatnya pekerjaan. Tanpa sadar saya mendongak ke atas dan melihat deretan awan di langit.

Teringat dengan kebiasaan saya beberapa waktu yang lain. Well sepertinya klise, tapi melihat bintang memang hoby lama yang sudah mulai terlupakan. Hoby itu memang sudah lama terlupakan, entah karena memang sudah males atau saya tak lagi sempat meluangkan waktu sebentar untuk duduk diam sebentar dan merenung sembari melihat bintang.

Melihat bintang bagi saya adalah waktu yang menyenangkan. Sembari ditemani kesendirian saya kembali merenungkan kehidupan saya. Tak jarang justru sedih yang menyusup dihati saya. Yach sepertinya saya sudah melupakan kebiasaan untuk berdamai dengan kesendirian sembari berkaca dalam kehidupan. Kadang pula saya melakukan sedikit kegiatan bodoh dengan mencoba menghitung bintang (what a really damn silly idea).

Sebenarnya bukan tentang melihat bintang, tetapi bagaimana saya meluangkan sedikit waktu hanya untuk menikmati sejenak kesendirian. Dalam kesendirian itu terkadang banyak hal yang bisa saya pikirkan jauh lebih jernih. Semisalpun tidak sedang memikirkan sesuatu, saya kembali merenungi apa yang sudah terlewat. Mungkin bagi sebagian orang memikirkan masa lalu tidak lah berguna. Bagi saya, ketika saya merenungi sesuatu, terlihat dengan jelas proses yang sudah saya lewati dan juga kesalahan yang sudah saya buat. Dari semua itu saya kembali belajar menata langkah.

Meminjam salah satu kata dari anak-anak jaman sekarang “Galau”, sepertinya ketika saya menikmati kesendirian itu ke”galau”an itu juga menemani saya.heheheheh….sekali lagi bukan tentang “galau” intinya. Tetapi bagaimana saya menyikapi “galau”. Terkadang saya merasa sangat susah berdamai dengan hati saya sendiri, tapi ketika kita mencoba memenangkan suatu pergumulan yang terjadi hanyalah akhir yang kacau. Beberapa hal yang saya pelajari ketika saya menikmati kesendirian itu memberi penguatan baru bagi saya. Lebih baik bagi saya pribadi untuk tetap mengalir dalam pergumulan daripada berusaha sekuat tenaga dengan kekuatan hati kita sendiri untuk memenangkan pergumulan itu. Mengalir dalam pergumulan bukan berarti bersikap pasif dalam setiap pergumulan, tetapi lebih bersikap diam dan tenang melihat kondisi untuk mencari solusi yg terbaik.

Well…itu hal yang setidaknya saya tahu. Meluangkan sedikit waktu untuk berdiam diri terkadang memberi kita waktu untuk menata langkah kita….. Bagaimana dengan kalian?