Belum lama ini disuatu sore yang lengang, saya duduk di depan kamar kost sembari mendengarkan playlist mp3 diHp saya. Sedikit rasa lelah tersisa setelah seharian berjibaku dengan penatnya pekerjaan. Tanpa sadar saya mendongak ke atas dan melihat deretan awan di langit.
Teringat dengan kebiasaan saya beberapa waktu yang lain. Well sepertinya klise, tapi melihat bintang memang hoby lama yang sudah mulai terlupakan. Hoby itu memang sudah lama terlupakan, entah karena memang sudah males atau saya tak lagi sempat meluangkan waktu sebentar untuk duduk diam sebentar dan merenung sembari melihat bintang.
Melihat bintang bagi saya adalah waktu yang menyenangkan. Sembari ditemani kesendirian saya kembali merenungkan kehidupan saya. Tak jarang justru sedih yang menyusup dihati saya. Yach sepertinya saya sudah melupakan kebiasaan untuk berdamai dengan kesendirian sembari berkaca dalam kehidupan. Kadang pula saya melakukan sedikit kegiatan bodoh dengan mencoba menghitung bintang (what a really damn silly idea).
Sebenarnya bukan tentang melihat bintang, tetapi bagaimana saya meluangkan sedikit waktu hanya untuk menikmati sejenak kesendirian. Dalam kesendirian itu terkadang banyak hal yang bisa saya pikirkan jauh lebih jernih. Semisalpun tidak sedang memikirkan sesuatu, saya kembali merenungi apa yang sudah terlewat. Mungkin bagi sebagian orang memikirkan masa lalu tidak lah berguna. Bagi saya, ketika saya merenungi sesuatu, terlihat dengan jelas proses yang sudah saya lewati dan juga kesalahan yang sudah saya buat. Dari semua itu saya kembali belajar menata langkah.
Meminjam salah satu kata dari anak-anak jaman sekarang “Galau”, sepertinya ketika saya menikmati kesendirian itu ke”galau”an itu juga menemani saya.heheheheh….sekali lagi bukan tentang “galau” intinya. Tetapi bagaimana saya menyikapi “galau”. Terkadang saya merasa sangat susah berdamai dengan hati saya sendiri, tapi ketika kita mencoba memenangkan suatu pergumulan yang terjadi hanyalah akhir yang kacau. Beberapa hal yang saya pelajari ketika saya menikmati kesendirian itu memberi penguatan baru bagi saya. Lebih baik bagi saya pribadi untuk tetap mengalir dalam pergumulan daripada berusaha sekuat tenaga dengan kekuatan hati kita sendiri untuk memenangkan pergumulan itu. Mengalir dalam pergumulan bukan berarti bersikap pasif dalam setiap pergumulan, tetapi lebih bersikap diam dan tenang melihat kondisi untuk mencari solusi yg terbaik.
Well…itu hal yang setidaknya saya tahu. Meluangkan sedikit waktu untuk berdiam diri terkadang memberi kita waktu untuk menata langkah kita….. Bagaimana dengan kalian?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar