Mencari sebuah ide untuk mengawali sebuah cerita memang lah bukan perkara yang mudah. Seperti kali ini saya merasa sedikit kesulitan merangkai kata untuk mengawali semua cerita ini. Well, memang bukan minggu yang bersahabat bagi saya saat ini. Banyak keluh kesah dan kemarahan yang terjadi di minggu ini. Yach, pada akhirnya minggu ini pun harus terlawati dengan sedikit terseok-seok.
Sudah umum rasanya jika seorang manusia bergumul dia akan berkeluh kesah dan menahan amarah. Sperti juga saya berkeluh kesah akan hal-hal yang saya hadapi. Kali ini saya merasa begitu lemah hingga terpuruk pada dasar semangat saya yang paling rendah sekalipun. Keluh kesah saya seperti semakin mematahkan harapan yang tersisa. Semakin lebih buruk karena saya lupa untuk bersyukur akan hal-hal baik yang saya terima. Saya terlalu berpusat pada pergumulan yang mungkin akan sia-sia saja.
Beruntung kali ini saya mempunyai seseorang yang bisa saya andalkan untuk membantu saya melewati masa sulit ini. Seorang teman yang tepat menjadi tempat keluh kesah, atau lebih tepatnya menjadi tempat pelampiasan amarah dan keluh kesah saya. Sebenarnya menjadi salah sasaran karena teman ini menjadi titik pertumpahan segala amarah yang saya pendam. Beruntung bagi saya mempunyai teman yang selalu siap mendengarkan segala hal yang mungkin membosankan untuk diperhatikan. Tapi teman ini tak pernah sekalipun mengeluh. Dia yang mengingatkan saya akan tulisan saya sebelumnya, dia yang pada akhirnya mengingatkan saya untuk bersyukur daripada terhenti pada sebuah pergumulan.
Saya percaya Tuhan menempatkan semua orang pada posisi yang tepat. Penggalan cerita hidup saya telah membuktikannya. Tuhan juga yang menempatkan saya pada pergumulan dan Tuhan pula yang menempatkan seorang pendengar yang baik ada disekitar saya. Well, pada akhirnya thx a lot to Icha yang sudah degerin semua keluh kesah ini. Thx bgt untuk di ingetin kembali bersyukur dalam kehidupan……well…GBU ICHA
GBU ICHA.... well, hik hik hik so sweeeeeet
BalasHapus