Selasa, 30 April 2013

Earphone?

Well, beberapa waktu terakhir sya sering kali “ketiduran” ketika saya sedang mendengarkan music lewat earphone saya. Menikmati setiap detik alunan suara bernada itu sperti membawa saya keluar sebentar dari rutinitas yang sedikit membenamkan saya dalam kebosanan.  Music sperti pelarian sederhana saya untuk sedikit lepas dari kotoran pikiran yang meracuni.
Masih segar dalam ingatan saya bagaimana teman kost saya complain tentang kebiasaan saya mggunakan earphone sewaktu mendegarkan music. “ach..si adi pasti gak denger orang teriak…pasti lagi dengerin music!!” well, menurut saya itu hal yang biasa aja. Saya membutuhkan sedikit ruang privasi dalam hidup. Terkadang sikap cuek bukan berarti gak peduli, tapi bisa juga diartikan menghormati privasi orang lain.
Saya berusaha untuk tidak ikut campur dengan urusan orang lain. Well, seharusnya juga mreka gak complain dengan kebiasaan earphone saya, setidaknya itu tidak mengganggu mreka daripada saya pasang music dengan level suara pesawat terbang. Yach, pada akhirnya semua berbenturan dengan proses “sosialisasi”. Pada akhirnya saya dianggap gak tlalu peduli dengan keadaan sekitar. Bagi saya pribadi, saya lebih suka menjalani semua hal sperti yang saya percaya, as long u don’t hurt anybody…just do it!!....saya gak terlalu peduli kalo tlinga saya rusak karena earphone. Saya juga gak tlalu peduli apa yang teman-teman saya lakukan di kamar mreka masing-masing.
Ada hal yang menjadi privasi masing-masing individu dan kita harus sadar itu. Terkadang sikap cuek bukan karena gak peduli terhadap orang lain, tapi itu hanyalah bentuk lain untuk tidak menganggu privasi orang lain. Bagi saya smua hal itu udah cukup menjawab semua hal yang saya lakukan.

2 komentar:

  1. well,
    it sounds good about listening to music and do not really care about the people around us.. Agree! but then, we still need to open our eyes to see that we have to share this world (whether it is happpiness or sadness) to others because we cannot deny that we still need them to color our days!
    get inspired of this guy (let's call him my 2 weeks mentor) about his faithfulness in doing his work as a teacher! and eventough he is so lack of awareness but inside his heart he is a kind and responsible man. it can be seen by giving me quota for copying all materials that I need throughout my first practicum on September 2012. Maybe he did not notice how he has been a blessing for me personally!

    Be carefull of his trapped behind his inocent face! LOL

    BalasHapus
  2. baru mo dibilangin ntar budek loh... eh udah tau... uda pasrah yah

    BalasHapus