Rabu, 09 November 2011

waktu Tuhan?

Beberapa hari ini saya sering mengucapkan “waktu Tuhan” pada diri sendiri. Sering kali kita dihadapkan pada kondisi yang kita sendiri seakan tidak tau ujung pangkalnya. Apa yang bisa kita pegang ketika kita manusia dihadapkan dalam situasi itu?. yach berpegang pada “waktu Tuhan”. Sering kali “waktu Tuhan” ini menjadi candaan saya dan teman saya. Mau cepet, mau lama, mau ribet, mau gampang Tuhan pasti jawab lewat cara yang kita manusia tak pernah bisa menebaknya sekalipun.

Pergumulan yang kita hadapi setiap harinya mungkin terkadang menjadi batu sandungan untuk menyalahkan segala sesuatu pada Tuhan. Well, itu pernah terjadi pada hidup saya “kenapa Tuhan tak ijin kan ini itu lama cepet….apalah itu!”. Berkeluh kesah memang sangat manusiawi, tapi ternyata berkeluh kesah pun tak mengubah “waktu Tuhan” itu sendiri. Ketika kita sudah merasa cukup lama berdoa dan sudah merasa pantas untuk sesuatu dan ternyata Tuhan jawab dengan cara yang berbeda. Terkadang tanpa sadar kita menyalahkan Tuhan. Kenapa Tuhan belum ijinkan, kita mungkin belum tentu tau maksud Tuhan.

“Waktu Tuhan” itu sangat misterius. Terkadang bahkan diluar akal sehat kita. Bersabar dalam pergumulan dan terus mendoa(atau dalam kata2 saya bersandar pada kaki lemah kita). Saya selalu percaya bahwa mendoa pasti mengubah segala sesuatunya. Entah diri kita sendiri ataupun kondisi yang kita hadapi yang berubah. Beberapa relasi saya yang tak percaya Tuhan selalu menjelaskan segala sesuatunya dng cara logic. Tapi mereka lupa bahwa ada kekuatan besar dliuar daya jangkau nalar mereka. Bahkan seorang scientist sekalipun merevisi teory penciptaan semesta berulang kali. Jadi suatu hal yang possible kalo ada kekuatan yang mampu mengubah kita. Tapi kapan dan bagaimana itu lah yang menjadikan “waktu Tuhan” indah.

Pada suatu titik akhirnya saya menyadari sesuatu. Ketika kita menghadapi suatu pergumulan, ada “waktu Tuhan” yang bekerja. Bersandar pada kaki lemah kita(berdoa dan terus percaya) dan mencoba tetap menikmatinya. Suatu kondisipun pasti akan berubah, entah kondisinya sendiri ataupun kita yang berubah. Bersiap akan “waktu tuhan” dan bersiap untuk melaksanakn segala yang Tuhan ijinkan, pasti terasa lebih menyenangkan. ……menjadi sebuah pilihan kita bagaimana memandang “waktu Tuhan”…………GBU all

Tidak ada komentar:

Posting Komentar